Program Studi Dokter Layanan Primer

Kamis, 01 April 2021 19:07:25 6313 viewer

Visi  Program Studi Kedokteran Layanan Primer :

"Menjadi institusi pendidikan Kedokteran Layanan Primer yang bermutu dan mampu memberikan kontribusi pada berbagai upaya pelayanan kesehatan primer baik di tingkat  nasional maupun internasional sehingga dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia tahun 2030"

Misi Program Studi Kedokteran Layanan Primer :

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada pelayanan yang bermutu yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi.
  2. Mengembangkan penelitian dalam bidang ilmu kedokteran keluarga, ilmu kedokteran komunitas dan ilmu kesehatan masyarakat dengan pendekatan interdisiplin yang memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi ketiga bidang ilmu tersebut secara terintegrasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di layanan primer dengan mempertimbangkan aspek budaya masyarakat setempat.
  4. Menyelenggarakan tata kelola program studi Kedokteran Layanan Primer yang akuntabel dan profesional sesuai dengan prinsip prinsip penjaminan mutu.
  5. Menjalin hubungan dan meningkatkan kerja sama dan bersinergi dengan berbagai potensi di masyarakat, pemerintah, industry maupun institusi pendidikan lain secara berkesinambungan berdasarkan prinsip prinsip kemitraan, kesetaraan, saling menghormati dan menghargai, inovasi dan keragaman.

Ketua Program Studi : Dr. Elsa Pudji Setiawati, dr.,MM
Sekretaris Program Studi : Lukman Hilfi, dr.,MM
Tim Fungsional Tridarma  
  Ketua : Dr. Nita Arisanti, dr.,MSc.,CMFM
  Anggota : Fedri Ruluwedrta Rinawan, dr.,MSc.,PH.,PhD
      Dr. Guswan Wiwaha, dr.,MM
Tim Fungsional Kesekretariatan    
  Ketua : Ade Komarudin, AMD
  Anggota : Rahmat Mulyana, Mulyana
Tim Fungsional Konseling    
  Ketua : Insi Farisa Desy Arya, dr.,Msi
  Anggota : Dr. Kuswandewi Mutyara, dr.,MSc
      Helni Mariani, dr.,MKM

 

Kurikulum Pendidikan Dokter Layanan Primer Unpad dikembangkan untuk mendorong tercapainya kemampuan hard skills maupun soft skills dalam bentuk kemampuan sebagai leader di masyarakat maupun ketrampilan klinis dan perilaku yang dapat diaplikasikan dalam menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dan di layanan primer. Bidang ilmu yang mendasari disusunnya Kurikulum Pendidikan Dokter Layanan Primer adalah Ilmu Kedokteran Keluarga, Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Kompetensi yang harus dicapai oleh peserta Program Studi Dokter Layanan Primer agar dapat menjadi seorang dokter setara spesialis yang kompeten memberikan pelayanan pada pasien dengan memenuhi Kompetensi UMUM dan Kompetensi KHUSUS yang tertuang dalam buku PEDOMAN PENDIDIKAN DOKTER, diantaranya sebagai berikut :

  1. Mampu memberikan pelayanan kesehatan secara holistik dan komprehensif pada individu dalam konteks keluarga dan komunitas (person-centered care, family-focused and community-oriented care);
  2. Mampu mencegah, menapis dan mengelola masalah kesehatan pada individu dari berbagai kelompok usia dan jenis kelamin, berdasarkan penilaian faktor risiko mulai dari tahap asimptomatik sampai tahap rehabilitasi dan perawatan paliatif (continuum of disease);
  3. Mampu membudayakan ‘hidup sehat’ untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat (community empowerment);
  4. Mampu meningkatkan mutu fasilitas kesehatan tingkat primer (FKTP) secara rutin dan berkesinambungan dalam pengelolaan rujukan berjenjang (systematic referral) yang peduli mutu (quality of care) dan peduli biaya (cost effective) berbasis sistem informasi kesehatan dan rekam medis elektronik;
  5. Mampu menyelaraskan pelayanan kesehatan primer berdasarkan asas kemanfaatan, asas rasionalitas, asas pengambilan keputusan klinik, serta asas keadilan dan etika, (beneficence, maleficence, autonomy and justice) pada individu, keluarga, komunitas dan masyarakat;
  6. Mampu membangun kemitraan dan kolaborasi secara berkesinambungan (partnership and collaborative care) bersama tenaga kesehatan lain dalam mengelola masalah kesehatan bersama dengan individu, dalam konteks keluarga dan komunitas;
  7. Mampu memimpin transformasi seluruh elemen pelayanan, iklim, budaya dan mental organisasi yang berkelanjutan menuju terwujudnya Indonesia Sehat dan Sejahtera secara professional dengan penuh tanggung jawab.

Capaian

Pembelajaran Dokter Layanan Primer

SIKAP DAN TATA NILAI

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral dan etika.
  3. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
  4. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.
  5. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
  6. Menghargai keanekaragaman  budaya,  pandangan,  agama,  dan  kepercayaan,  serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
  7. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
  8. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  9. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa.
  10. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban berdasarkan Pancasila.
  11. Memahami dan menunjukkan sikap yang sesuai dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

KETERAMPILAN KERJA UMUM
Lulusan Program Profesi Dokter Layanan Primer wajib memiliki keterampilan umum sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI) 8 – Profesi - Permendikbud No. 73 th. 2013 sebagai berikut :

  1. Mampu bekerja di bidang keahlian pokok/profesi untuk jenis pekerjaan yang spesifik dan kompleks serta memiliki kompetensi kerja yang minimal setara dengan standar kompetensi yang berlaku secara nasional/internasional;
  2. Mampu membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, kreatif, dan komprehensif;
  3. Mampu menyusun laporan hasil studi setara tesis yang hasilnya disusun dalam bentuk publikasi pada jurnal ilmiah profesi yang terakreditasi, atau menghasilkan karya desain yang spesifik beserta deskripsinya berdasarkan metoda atau kaidah desain dan kode etik profesi yang diakui oleh masyarakat profesi pada tingkat regional atau internasional;
  4. Mampu mengomunikasikan hasil kajian, kritik, apresiasi, argumen, atau karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi, kewirausahaan, dan kemaslahatan manusia, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat umum melalui berbagai bentuk media;
  5. Mampu melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil kerja dan keputusan yang dibuat dalam melaksanakan pekerjaan profesinya baik oleh dirinya sendiri, sejawat, atau sistem institusinya;
  6. Mampu meningkatkan keahlian keprofesiannya pada bidang yang khusus melalui pelatihan dan pengalaman kerja dengan  mempertimbangkan  kemutakhiran bidang profesinya di tingkat nasional, regional, dan internasional;
  7. Mampu meningkatkan mutu sumber daya untuk pengembangan program strategis organisasi;
  8. Mampu memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan masalah baik pada bidang profesinya, Maupun masalah yang lebih luas dari bidang profesinya;
  9. Mampu bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang maupun yang tidak sebidang dalam menyelesaikan masalah pekerjaan yang kompleks yang terkait dengan bidang profesinya;
  10. Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi dan kliennya;
  11. Mampu bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang profesinya sesuai dengan kode etik profesinya;
  12. Mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri dan tim yang berada di bawah tanggungjawabnya;
  13. Mampu berkontribusi dalam evaluasi atau pengembangan kebijakan nasional dalam rangka peningkatan mutu pendidikan profesi atau pengembangan kebijakan nasional pada bidang profesinya; dan
  14. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data serta informasi untuk keperluan pengembangan hasil kerja profesinya.

PENGUASAAN PENGETAHUAN

  1. Menguasai teori dan teori aplikasi ilmu kedokteran keluarga, ilmu kedokteran komunitas, dan ilmu kesehatan masyarakat, untuk penatalaksanaan pasien pada semua spektrum layanan primer, berbasis bukti ilmiah terkini dan mengutamakan keselamatan pasien.
  2. Menguasai teori serta konsep analisis faktor risiko  individu dan  keluarga terhadap keadaan sehat dan sakit anggota dalam keluarga, serta sebaliknya dampak keadaan sakit, penyakit dan masalah kesehatan terhadap individu, keluarga dan komunitas.
  3. Menguasai teori dan teori aplikasi etika klinis dan hukum kesehatan; serta peran, fungsi, dan kewenangan tenaga kesehatan, dalam pelayanan kesehatan kolaborasi di layanan primer.
  4. Menguasai teori aplikatif bioetika dalam pelayanan pasien di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
  5. Menguasai teori dan teori aplikasi komunikasi efektif yang cakap budaya di layanan primer, baik komunikasi individual, kelompok, maupun masyarakat; serta komunikasi intra, inter, dan multi profesi.
  6. Menguasai teori dan teori aplikasi kedokteran pencegahan pada semua tingkat (primer, sekunder, tersier, kuartener) untuk pelayanan kesehatan individu, keluarga, dan komunitas.
  7. Menguasai teori dan teori aplikasi kepemimpinan dalam pengelolaan pelayanan dan fasilitas kesehatan tingkat pertama pada berbagai sistem pelayanan dan pembiayaan.
  8. Menguasai teori dan teori aplikasi tata kelola dan evaluasi sistem informasi kedokteran dan kesehatan di layanan primer, baik dalam rangka pelayanan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.
  9. Menguasai teori dan teori aplikasi kesehatan komunitas dan masyarakat legendaris serta analisis situasi tersistematis (misal SWOT, Fishbone) dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan individu, komunitas dan masyarakat.
  10. Menguasai teori dan teori aplikasi perancangan program kesehatan untuk memecahkan masalah kesehatan di komunitas dan masyarakat.
  11. Menguasai teori dan teori aplikasi evaluasi manajemen kesehatan di bidang promotif dan preventif, serta merekomendasikannya sebagai kebijakan kesehatan.
  12. Menguasai teori dan teori aplikasi pemberdayaan individu, keluarga, komunitas dan masyarakat di bidang kesehatan untuk dapat memelihara dan menyehatkan diri, keluarga dan lingkungannya.

KETERAMPILAN KERJA KHUSUS

  1. Mampu melaksanakan pencegahan masalah kesehatan pada individu dalam konteks keluarga dan komunitas (person centered care, family focus and community oriented care), dengan cara menilai, merumuskan diagnosis yang holistik, dan mengelola masalah kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan (continuity and comprehensive care), berdasarkan ilmu, teknologi, dan praktik Kedokteran Keluarga, Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat, dengan mempertimbangkan dinamika faktor-faktor bio- psiko-sosio-kultural-spiritual; pada seluruh siklus kehidupan manusia dan siklus keluarga; (Area kompetensi: Berpusat pada individu dan keluarga dalam mengelola kesehatan personal).
  2. Mampu melakukan penatalaksanaan masalah kesehatan pada individu dari berbagai kelompok usia dan jenis kelamin, berdasarkan penilaian faktor resiko mulai dari tahap asimptomatik sampai tahap rehabilitasi dan perawatan paliatif (continuum of disease), yang mengutamakan keselamatan pasien (patient safety), berbasis ilmu pengetahuan, teknologi terkini, dan keterampilan klinis terlatih dalam lingkup kewenangan praktik di layanan primer; (Area kompetensi: Menekankan pencegahan pada keterampilan kliniknya).
  3. Mampu melakukan pemberdayaan individu dalam konteks keluarga dan komunitasnya untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat (community empowerment), dengan cara melakukan evaluasi terhadap determinan sosial kesehatan (social determinants of health), diagnosis komunitas (community diagnosis), mengidentifikasi masyarakat yang memiliki risiko masalah kesehatan (population at risk), dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan; (Area kompetensi: Berorientasi pada komunitas dan masyarakat dalam pengelolaan kesehatan masyarakat).
  4. Mampu meningkatkan mutu Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer melalui tahap supervisi, monitoring dan evaluasi program yang teratur dan berkesinambungan terhadap fungsi manajemen dan kewirausahaan dalam pengelolaan rujukan berjenjang (systematic referral) yang sadar mutu (quality of care) dan sadar biaya (cost effective), dengan cara berkolaborasi dengan berbagai tenaga kesehatan di layanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier, untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, organisasi dan keuangan, fasilitas medis, obat, dan perbekalan kesehatan; yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat; (Area kompetensi: Bermanajemen profesional pada fasilitas pelayanan kesehatan primer).
  5. Mampu menyelaraskan pelayanan kesehatan primer bedasarkan asas kemanfaatan, asas pengambilan keputusan klinik, dan asas keadilan, (beneficence - maleficence, autonomy and justice) pada individu, keluarga, komunitas dan masyarakat dengan cara mawas diri dalam melaksanakan standar etik kedokteran, hukum dan profesi yang meliputi akuntabilitas, orientasi pelayanan, ketaatan hukum dan peraturan, menyadari keterbatasan diri, belajar sepanjang hayat, membangun kerjasama dengan pasien, tenaga kesehatan lain dan pemangku kepentingan, membangun karakter profesional, serta berkomitmen pada pengembangan profesi Dokter Layanan Primer; (Area kompetensi: Beretika, mematuhi hukum dan profesional di layanan primer).
  6. Mampu membangun kemitraan dan kerjasama yang berkesinambungan (partnership) dalam mengelola masalah kesehatan bersama dengan individu; dalam konteks keluarga dan komunitas, dengan cara mendampingi pasien dalam setiap tahap perjalanan alamiah penyakit (patient-advocate), berdialog dalam memberikan informasi yang memadai untuk pengambilan keputusan klinik (informed and shared decision making), memberikan penjelasan, pendidikan kesehatan, konseling dan intervensi keluarga yang diperlukan (patient education-counseling and family intervention), yang dilakukan dengan kepercayaan dan penghargaan terhadap belakang sosial budaya setempat (cultural competence), peka dan tanggap dalam berkomunikasi dan membangun hubungan  baik  dengan  pasien,  keluarga,  masyarakat,  sejawat,  profesi  lain,  dan pemangku   kepentingan   lain;   (Area   kompetensi:   Berkomunikasi   secara   holistik, komprehensif dan cakap budaya).
  7. Mampu memimpin transformasi seluruh elemen pelayanan, iklim, budaya organisasi dan mental berkelanjutan menuju terwujudnya Indonesia Sehat dan Sejahtera dengan berperan sebagai koordinator layanan kesehatan di fasilitas kesehatan primer melalui pelayanan yang terkoordinasi, perumusan visi, misi dan strategi kerja yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan profesional, berlandaskan bukti ilmiah terkini di bidang layanan primer. (Area kompetensi: Kepemimpinan yang efektif).

Kurikulum Pendidikan Dokter Layanan Primer merupakan pendidikan profesi untuk mencapai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) 8 dalam ilmu Kedokteran. Kurikulum Pendidikan Dokter Layanan Primer merupakan pendidikan setara spesialis yang memuat mata kuliah, modul dan blok yang dirancang agar peserta didik mampu mencapai kompetensi untuk pelayanan kesehatan di tingkat primer. 

Kurikulum Pendidikan Dokter Layanan Primer mengembangkan metode pembelajaran dengan 2 pendekatan yaitu pendidikan reguler dan pendidikan berbasiskan rekognisi pembelajaran lampau (Recognized Prior Learning) untuk pendidikan masa transisi

A. Pendidikan Dokter Layanan Primer Reguler

Pendidikan Dokter Layanan Primer regular memiliki masa studi 6 semester dengan 50 SKS. Metode pembelajaran terdiri dari tatap muka, diskusi, magang dan praktik. Pendidikan Dokter Layanan Primer dilaksanakan di kampus Fakultas Kedokteran Unpad, Wahana Pendidikan di RSUD tipe C dan D, puskesmas dan klinik.

Adapun gambaran kurikulum pendidikan regular dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Minggu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

Tahap pengayaan

Semester 1

Pelayanan yang berpusat pada pasien dan berfokus pada keluarga dasar (blok 1 modul 1)

Masalah kesehatan ibu dan kesehatan reproduksi di layanan primer (blok 2 modul 1)

Masalah kesehatan dan kesejahteraan anak di layanan primer (blok 2 modul 2) 

2 SKS

2 SKS

2 SKS

BLOK 8: EVIDENCE BASED MEDICINE: 1 SKS

Kolaborasi interprofesional di layanan primer dasar (blok 5 modul 1) 

Pelayanan yang berpusat pada pasien dan berfokus pada keluarga dasar (blok 1 modul 2)

1 SKS

Kolaborasi interprofesional di layanan primer intermedia  (blok 5 modul 2)

 
 

Minggu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Tahap pengayaan

Semester 2

Masalah kesehatan lansia dan penyakit menular dan tidak menular di layanan primer (blok 2 modul 3)

Masalah kesehatan  yang berhubungan dengan bedah , keganasan dan pelayanan paliatif (blok 2 modul 4)

Masalah kegawatdaruratan dan kasus rujukan  (blok 2 modul 5) 

3 SKS

2 SKS

2 SKS

Pelayanan yang berpusat pada pasien dan berfokus pada keluarga dasar (blok 1 modul 3): 1 SKS

Kolaborasi interprofesional di layanan primer intermedia  (blok 5 modul 3) 1 SKS

 

Minggu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Tahap magang

Semester 3

Masalah kesehatan jiwa dan perkembangan remaja (blok 2 modul 6) 

Masalah kecacatan indra dan saraf  (blok 2 modul 7) 

Pendalaman kemajuan pemeriksaan penunjang yang efektif efisien di layanan primer (blok 2 modul 8) 

Ujian kompre & portfolio bagian 1

3 SKS

2 SKS

2 SKS

Pelayanan yang berpusat pada pasien dan berfokus pada keluarga dasar (blok 1 modul 4) 1 SKS

Kolaborasi interprofesional di layanan primer intermedia  (blok 5 modul 4) 1 SKS

BLOK 9: METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS

 

Minggu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Tahap Magang

Semester 4

Kesehatan perkotaan (blok 6 modul 1)

Kesehatan pedesaan dan DTPK (blok 6 modul 2)

Diagnosis komunitas modul dasar (blok 3 modul 1)

Evaluasi program dan intervensi kesehatan masyarakat modul dasar (blok 4 modul 1)

1 SKS

1 SKS

2 SKS

2 SKS

BLOK 9: METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS

Proses penyusunan tugas akhir

Ujian proposal (1 SKS)

Proses penyusunan tugas akhir

 

Minggu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Tahap Praktik

Semester 5

Program Jaminan Mutu di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (blok 7)

Diagnosis komunitas modul lanjut (blok 3 modul 2) Evaluasi program dan intervensi kesehatan masyarakat modul lanjut (blok 4 modul 1)

2 SKS

2 SKS

2 SKS

Proses penyusunan tugas akhir

 

Minggu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Tahap praktik

Semester 6

Proses penyusunan tugas akhir dan kelengkapan portfolio

Ujian tugas akhir: 4 SKS

Ujian board 

 

SEMESTER

BLOK

MODUL

TOPIK MODUL

JUMLAH SKS PER SEMESTER

METODE PEMBELAJARAN

Semester 1

Blok 1: Pelayanan berpusat pada individu dengan fokus pada keluarga

Modul 1

Pengantar Family Medicine

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Modul 2 

Implementasi FM pada Kesehatan Ibu, Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Anak 

1 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 2: Integrasi Ketrampilan Klinis dan Konsep Kedokteran Keluarga

Modul 1

Peyanan Kesehatan pada Ibu dan Kesehatan Reproduksi

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Modul 2

Pelayanan komprehensif pada setting klinik

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Modul 2

Pelayanan Kesehatan pada Anak

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 5: Kolaborasi Interprofesionalisme

Modul 1

Pengantar Kolaborasi Interprofesionalisme

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Modul 2

Implementasi IPC pada kasus Kesehatan Ibu, Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Anak

1 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

BLOK 8: Evidence Based Madicine

 

Evidence Based Medicine, Teori dan Aplikasinya

1 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

 

 

 

 

 

 

Semester 2

Blok 2: Integrasi Ketrampilan Klinis dan Konsep Kedokteran Keluarga

Modul 3

Lansia dan PTM

3 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 2: Integrasi Ketrampilan Klinis dan Konsep Kedokteran Keluarga

Modul 4

Bedah, keganasan dan Paliatif

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 2: Integrasi Ketrampilan Klinis dan Konsep Kedokteran Keluarga

Modul 5

Kegawatdaruratan dan rujukan

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 1: Pelayanan berpusat pada individu dengan fokus pada keluarga

Modul 3

COPP - Lansia, PTM, Bedah, Keganasan dan Paliatif

1 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 5: Kolaborasi Interprofesionalisme

Modul 3

IPE - Lansia, PTM, Bedah, Keganasan dan Paliatif

1 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

 

 

 

 

 

 

Semester 3

Blok 2: Integrasi Ketrampilan Klinis dan Konsep Kedokteran Keluarga

Modul 6

Kesehatan Jiwa dan Perkembangan Kejiwaan pada Remaja

3 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 2: Integrasi Ketrampilan Klinis dan Konsep Kedokteran Keluarga

Modul 7

Kecacatan Indra dan Neurologi

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 2: Integrasi Ketrampilan Klinis dan Konsep Kedokteran Keluarga

Modul 8

Pelayanan Penunjang: Radiologi dan Laboratorium

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 1: Pelayanan berpusat pada individu dengan fokus pada keluarga

Modul 4

Implementasi konsep FM pada kasus Kesehatan Jiwa, Perkembangan Kejiwaan pada Remaja, Kecacatan Indra dan Neurologi

1 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 5: Kolaborasi Interprofesionalisme

Modul 4

Implementasi IPC pada kasus Kesehatan Jiwa, Perkembangan Kejiwaan pada Remaja, Kecacatan Indra dan Neurologi

1 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

METODOLOGI PENELITIAN

 

 

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

UJIAN PORTOFOLIO 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Semester 4

Blok 6: Permasalahan Kesehatan Khusus

Modul 1

Kesehatan Perkotaan

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place / Magang

Blok 6: Permasalahan Kesehatan Khusus

Modul 2

Kesehatan Pedesaan dan Daerah perbatasan dan terpencil

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place / Magang

Blok 3: Diagnosis Komunitas

Modul 1

Pengantar Diagnosis Komunitas

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 4: Program Planning and Evaluation

Modul 1

Pengantar Program Planning & Evaluation

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

UJIAN PROPOSAL

 

 

1 SKS

UJIAN

 

 

 

 

 

 

Semester 5

Blok 7: Manajemen Fasyankes dan Penjaminan Mutu di Layanan Primer

Modul 1

Jaminan Mutu di Primer

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 3: Diagnosis Komunitas

Modul 2

Diagnosis komunitas lanjut

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

Blok 4: Program Planning and Evaluation

Modul 2

Program Planning & Evaluation lanjut

2 SKS

Tatap Muka, Diskusi dan Work Based Place

 

 

 

 

 

 

Semester 6

Karya Tulis Akhir (KTA)

 

 

5 SKS

 

Ujian Lokal

 

 

 

 

Ujian board

 

 

 

 

 

TOTAL SKS

57 SKS

 

 

B. Pendidikan Dokter Layanan Primer Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)

Pendidikan masa transisi pada Program Pendidikan Dokter Layanan Primer dilaksanakan bagi calon peserta didik yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun. Penilaian rekognisi pembelajaran lampau dilakukan oleh tim penilai yang ditetapkan oleh Institusi penyelenggaran pendidikan, yaitu Fakultas Kedokteran. Berdasarkan hasil penilaian tersebut ditetapkan seorang calon peserta didik dapat menempuh pendidikan berbasiskan RPL atau menempuh pendidikan regular. 

Pendidikan masa transisi pada Pendidikan Dokter Layanan Primer mengacu pada hasil penilaian RPL. Pendidikan Masa transisi dilaksanakan setelah dilakukan penilaian RPL pada calon peserta didik. Apabila dinilai RPL nya telah memenuhi ketentuan maka calon peserta didik dapat mengikuti pendidikan masa transisi yang berlangsung selama 24 minggu, dengan jumlah beban SKS sebanyak 15 SKS. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

Modul 1: Pelayanan Kesehatan berpusat pada individu dan fokus pada keluarga: 2 SKS

Modul 2: Keterampilan Klinis: 2 SKS

Modul 3: Diagnosis Komunitas Lanjut: 2 SKS

Modul 4: Program Planning and Evaluation Lanjut: 2 SKS

Modul 5: Interprofessional Collaboration: 2 SKS

Karya Tulis Akhir: 5 SKS

Modul 

MINGGU

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

Patient centred and family focused

TM

 

WORK BASED PLACE (WBP)

 

TM

 WBP 

TM

WBP

ujian lokal

ujian nasional

Ketrampilan Klinis

SL

RS

 

 

 

TM

 

 

TM

 

 

TM

 

 

 

TM

Diagnosis Komunitas Lanjut

TM

WBP

TM

WBP

TM

WBP

Program Planning and Evaluation Lanjut

TM

WBP

TM

WBP

TM

Interprofesional Collaboration

 

TM

 

WBP

TM

WBP

TM

 

WBP

TM

 

WBP

TM

 

WBP

TM

 

Keterangan:

  • TM
: Tatap Muka   - WPB Workplace-based
  • SL
: Skill Lab      

   RS

: Magang di RS