Sejarah

Gagasan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran datang dari menteri kesehatan dr. Lie Kiat Teng pada Kongres IDI di Surabaya tahun 1953 sebagai upaya mengatasi kesenjangan tenaga kesehatan. Pada tahun 1950-an  baru terdapat sekitar  2500  orang dokter untuk 80 juta jiwa. Gagasan awal ini ditindaklanjuti dengan pembentukan Yayasan Fakultas Kedokteran Bandung pada tahun 1956 atas inisiatif beberapa tokoh daerah, yaitu Dr. H.A. Patah (saat itu merupakan Inspektur Kesehatan Jawa Barat), Prof.Dr. Moch. Djuhana Wiradikarta, R.H. Enuch (selaku Walikota Bandung), Dr. Djoendjoenan, Drg. Soeriasoemantri, Moh. Koerdi, dan Dr. Chasan Boesoirie (sebagai Direktur RSUP Ranca Badak).

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad)  berdiri pada tanggal 11 September 1957 seiring dengan disahkannya Peraturan Pemerintah No. 37/1957 (Lembaran Negara No. 9 Tahun 1957 tentang pendirian Universitas Padjadjaran). Fakultas Kedokteran merupakan salah satu fakultas pelopor di Universitas Padjadjaran bersama tiga fakultas lainnya, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan. Keempat fakultas tersebut dianggap potensial dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jawa Barat pada saat itu.

Dalam catatan sejarah, RSUP Ranca Badak saat itu menyerahkan bangunan-bangunan di sisi Jalan Pasirkaliki untuk dipergunakan FK Unpad. Demikian pula sejak awal para tenaga medis di RSUP Ranca Badak dan pegawai di Inspektorat Kesehatan Jawa Barat bertindak sebagai tenaga pendidik di FK Unpad bersama-sama tenaga pendidik lainnya yang diangkat oleh Kementerian Pendidikan.

Pendirian Fakultas Kedokteran di tengah-tengah kondisi yang penuh keterbatasan tidak memadamkan kerja keras para pendiri. Pada Tahun 1957, awalnya FK Unpad mendidik  sebanyak 65 orang mahasiswa dengan jumlah dosen sebanyak 26 orang.  Saat ini FK Unpad memiliki 9 Program Studi Pendidikan Akademik dan 21 Program Studi Pendidikan Spesialis dengan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Program Studi Pendidikan Diploma hingga Program Studi Pendidikan Doktor dengan reputasi baik di tingkat nasional dan internasional.

 Tekad Kebersamaan untuk Kemaslahatan Masyarakat

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran lahir dan berdiri dengan kehendak untuk menyelenggarakan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas dengan tekad kebersamaan.  Nilai-nilai kemanusiaan senantiasa dijadikan sebagai penunjuk arah dalam road map pembangunan dan penguatan institusi pendidikan ini. Nilai-nilai itu menjauhkan FK Unpad dari sifat egosentris yang mengultuskan pencapaian di bidang akademik dan riset semata sebagai tolak ukur keberhasilan. Sinergi antara “pencapaian intelektual” dan pengabdian kepada masyarakat merupakan fitrah yang melekat  pada FK Unpad.

Tonggak pencapaian dan perjalanan ke masa depan FK Unpad senantiasa melihat kebutuhan masyarakat, tidak semata di Jawa Barat tetapi juga kebutuhan nasional dan internasional sesuai dengan tagline FKUnpad yaitu Science For Society, From West Java to The World for Global Health.  

Dalam bidang akademik, Fakultas Kedokteran Unpad merupakan pelopor dalam sistem pembelajaran pendidikan kedokteran, terutama pada aspek pengembangan pendidikan kedokteran berbasis kompetensi.  Fakultas kedokteran Unpad merupakan salah satu fakultas kedokteran pertama di Indonesia yang menerapkan metode PBL (Problem-based Learning) dengan konsep SPICES (Student centered, Problem-based Learning, Community Oriented, Early Clinical Exposure, Systematic).

Fakultas Kedokteran Unpad mempelopori sistem assessment dalam pendidikan kedokteran berupa sistem ujian yang kemudian diadaptasi secara nasional dalam bentuk Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI). Fakultas Kedokteran Unpad pun menjadi anggota IDEAL consorsium, sebuah konsorsium assessment pendidikan kedokteran dunia yang prestisius. Kurikulum pendidikan dokter FK Unpad telah mendapat pengakuan dari Jawatan Perkhidmatan Awam (JPA) Malaysia dan Malaysia Medical Council.  Saat ini terjalin kerjasama antara FK Unpad dan Fakulti Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia dengan dilaksanankannya Twinning Program. Peningkatan kapasitas sebagai penyelenggara pendidikan yang bertaraf internasional terus dilakukan antara lain dengan upaya pencapaian standar pendidikan dokter internasional yang difasilitasi oleh WFME (World Federation of Medical Education).

Research and education Excellency for Society to Promote nation Competitiveness (RESPeCt)

Fakultas Kedokteran Unpad tidak lagi membuat ukuran pencapaiannya dari berapa  banyak tenaga kesehatan yang dihasilkan tetapi pada seberapa besar peranannya dalam sistem pelayanan kesehatan. Karena itu, FK Unpad menjadikan salah satu parameter keunggulan dan daya saing institusi pendidikan melalui produk penelitian yang dilakukan oleh sivitas akademikanya. Penelitian yang dikembangkan merupakan translational research, bersifat multidisiplin dan unggul. Diharapkan langkah tersebut akan menciptakan produk-produk penelitian unggulan yang mampu memiliki dampak nyata bagi proses pendidikan, pelayanan, pengambilan dan  pengampu kebijakan.  Sesuai dengan Renstra FK Unpad (2012-2016), maka FK Unpad memiliki visi untuk menjadi institusi yang menempatkan keunggulan penelitian dan pendidikan untuk kemaslahatan masyarakat guna mendorong daya saing bangsa [Research and education Excellency for Society to Promote nation Competitiveness (RESPeCt)]