Program Studi Kedokteran Hewan

Rabu, 11 Desember 2019 13:07:19 1027 viewer

           Lembaga pendidikan kedokteran hewan di Indonesia saat ini baru mampu menghasilkan lulusan dalam jumlah terbatas, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan ideal Dokter Hewan. Kondisi ini kurang sesuai dengan perkembangan di bidang kesehatan hewan, industri farmasi, laboratorium kesehatan hewan, Balai-balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB), balai-balai riset multidisiplin, serta Balai-balai Veteriner. Pendirian Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran (PSKH Unpad) diharapkan dapat berperan dalam mencukupi kekurangan tenaga Dokter Hewan tersebut.

Rasio antara sumberdaya manusia di bidang kesehatan hewan  yang terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner yang sesuai dengan tugas dan kewenangannya masih jauh dari mencukupi.   Hal   tersebut   menjadi   dasar   bagi   Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong adanya Fakultas Kedokteran Hewan baru agar mencukupi kekurangan Dokter Hewan.  Keberadaan  Program  Studi  Kedokteran  Hewan  di Unpad   diharapkan   dapat   memenuhi   harapan   Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

           Unpad menyambut baik dorongan Pemerintah Provinsi Jawa  Barat  untuk  mendirikan  Program  Studi  Kedokteran Hewan yang berada di dalam Fakultas Kedokteran. Langkah awal yang dilakukan oleh Rektor Unpad adalah membentuk Tim Ad hoc Pembentukan Program Studi Kedokteran Hewan yang diketuai oleh Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr.,Sp.A(K)., M.Kes., dengan Surat  Keputusan         Nomor: 37043/UN6.WR1/KP/2015  tertanggal  2  November  2015. Tim tersebut melakukan benchmarking ke beberapa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), yaitu ke Universitas Nusa Cendana, Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya (tanggal 9-10 Desember 2015), Institut Pertanian Bogor (tanggal 26 Januari 2016), Universitas Gadjah Mada (tanggal 22 – 24 Maret 2016), dan ke Universitas Udayana (tanggal 28 April 2016). Tujuan benchmarking ke berbagai universitas tersebut adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tatacara penyelenggaraan  pendidikan  kedokteran hewan  dan mengetahui profil lulusannya.Keberadaan PSKH Unpad mendapat dukungan kuat dari Gubernur  Provinsi  Jawa  Barat,  AFKHI,  Dinas  Peternakan Provinsi  Jawa  Barat,  Pengurus  Besar PDHI,  PDHI  Cabang Jawa Barat I, ASOHI dan praktisi dokter hewan. Dukungan calon pengguna lulusan ini memberikan rasa optimis bagi pengelola PSKH Unpad untuk mengemban dan melaksanakan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran PSKH Unpad.

            Keberadaan PSKH Unpad diharapkan berkontribusi khususnya terhadap pembangunan Pertanian Program Ketahanan Pangan Nasional, dan Keamanan Pangan sebagaimana diamanahkan melalui UU Nomor 18  Tahun  2012  tentang Pangan,  serta  khususnya di bidang kesehatan hewan sebagaimana diamanahkan dalam UU Nomor 18 Tahun 2019 juncto UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan, serta aspek berbagai strategi dalam upaya mencegah penyebaran penyakit hewan menular termasuk penyakit zoonosis sebagaimana diatur oleh Office International des Epizooties (OIE) bahwa selain fungsi ilmu Kedokteran Hewan yaitu menangani urusan mengenai hewan dan penyakit-penyakitnya (fungsi Veteriner), juga berkaitan dengan jaminan keamanan dan ketersediaan pangan asal hewan (food safety and security).

Visi

Visi Program Studi Kedokteran Hewan Unpad adalah : “Menjadi program studi yang unggul di bidang kesehatan masyarakat veteriner berbasis one health

Misi

Misi Program Studi Kedokteran Hewan Unpad adalah:

  1. Menyelenggarakan pendidikan kedokteran hewan yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat pengguna jasa pendidikan tinggi.
  2. Penyelenggarakan penelitian di bidang kedokteran hewan yang berdaya saing dan relevan dengan perkembangan IPTEKS dan tuntutan pengguna di bidang kedokteran hewan.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan tuntutan pengguna jasa di bidang kedokteran hewan.
  4. Menyelenggarakan pendidikan yang menjunjung tinggi keluhuran budaya dan mencerdaskan kehidupan bangsa atas dasar manusya mriga satwa sewaka.

Tujuan

Tujuan Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran

  1. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang memiliki pengetahuan, keterampilan praktis dan sistematis sehingga menjadi dokter hewan yang profesional.
  2. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang terampil dalam melakukan:
  • (a) diagnosis klinik, laboratorik, patologik, dan epidemiologik penyakit hewan;
  • (b) penyusunan nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik;
  • (c) pemeriksaan antemortem dan postmortem;
  • (d) pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi dan aplikasi teknologi reproduksi;
  • (e) pengawasan keamanan dan mutu produk hewan;
  • (f) pengawasan dan pengendalian mutu obat hewan dan bahan-bahan biologis, termasuk pemakaian dan peredarannya;
  • (g) pengukuran (assesment) dan penyeliaan kesejahteraan hewan;
  1. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang memiliki pengalaman lapangan dengan kasus-kasus penyakit yang bersifat individu maupun kelompok. Memiliki kemampuan manajemen pengendalian dan penanggulangan penyakit strategis dan zoonosis, keamanan hayati (biosecurity-biosafety), ecohealth serta pengendalian lingkungan; dan mampu menangani lalu lintas hewan nasional dan internasional/karantina, memiliki kompentensi dalam produksi dan penanganan hewan coba berkaitan dengan theranostic (theurapetik dan diagnostik) dengan berdasarkan animal ethics dan kompeten dalam bidang klinikal animal services (Poskeswan).
  2. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang memiliki wawasan filosofi, akademis, etika, kode etika dan profesionalisme kedokteran hewan serta manajemen kesehatan hewan sehingga dapat memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa atas dasar manusya mriga satwa sewak.
  3. Menghasilkan dan meluluskan dokter hewan yang memiliki keterampilan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran hewan serta komunikasi profesional (professional communication/dialogue) dan dasar-dasar pengetahuan analisis resiko, analisis ekonomi veteriner, jiwa kewirausahaan (entrepreunership) dan  Pendidikan kepada klien (client education).

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dinyatakan bahwa Program Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan/atau pendidikan vokasi. Ketua Program Studi Kedokteran Hewan Unpad bekerjasama dengan dosen dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Kordinator dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah:

 

1. Ketua Program Studi : Dr. Endang Yuni Setyowati, drh., M.Sc.Ag.
2. Koordinator Kurikulum :Okta Wismandanu, drh., M. Epid.
3. Tim Pelaksana dan Bimbingan Konseling

: Dr. Sarasati Windria, drh.

4. Koordinator Anggaran : Trianing Tyas Kusuma A., S. Pt., MIL
5. Koordinator Evalusi : Dwi Utari Rahmiati, drh., M. Si
6. Pelaksana Administrasi : Ira Adrianti, S.A. P
7. Koordinator Tahun I : Dwi Wahyudha Wira, drh. M. Si
    : Ading
8. Koordinator Tahun II : Tyagita, drh. M. V. Sc
   

: Encep Budi Rusmiadi, A. Md

9. Koordinator Tahun III : Ita Krissanti, drh., M, Si
   

: Ujang Suryana

10. Koordinator Tahun IV

: Okta Wismandanu, drh., M. Epid

   

: Ujang Suryana

 

No.

 

Nama Dosen

 

NIDN

Asal

Perguruan

Tinggi

Bidang Keahlian

untuk Setiap

Jenjang Pendidikan

1

Dr. Drh. Endang Yuni Setyowati, M.Sc.Ag.

0023066504

S1 (IPB)

S2 (Australia) S3 (UNPAD)

Dokter Hewan Animal Science Ilmu Peternakan

2

Drh. Dwi Wahyudha

Wira, M.Si.

0009117805

S1 (IPB)

S2 (UNPAD)

Dokter Hewan

Ilmu Pangan

3

Prof. Drh. Roostita L.

Balia, M.Sc., Ph.D.

0027095004

S1 (UNAIR)

S2 (Australia) S3 (Australia)

Dokter Hewan

Food Technology and

Food Microbiology

4

Drh. Dwi Cipto

Budinuryanto, M.Si.

0024115605

S1 (UGM)

S2 (IPB)

Dokter Hewan

Ilmu Peternakan

5

Drh. Rini Widyastuti,

M.Si.

0020108103

S1 (IPB)

S2 (ITB)

Dokter Hewan

Ilmu Hayati

6

Drh. Ita Krissanti,

M.Si.

0021068604

S1 (IPB)

S2 (IPB)

Dokter Hewan

Mikrobiologi

7

Drh. Okta Wisman

Danu, M.Epid.

0006108803

S1 (IPB)

S2 (UI)

Dokter Hewan

Epidemiologi

8

Trianing Tyas

Kusuma Anggaeni, S.Pt., M.I.L.

0017019003

S1 (UNPAD)

S2 (UNPAD)

Sarjana Peternakan

Ilmu Lingkungan

9

Drh. Tyagita,

M.V.Sc.

0020118304

S1 (IPB)

S2 (UPM)

Dokter Hewan

Patologi Veteriner

10

Dr. Drh. Sarasati

Windria

0009078903

S1 (UNAIR)

S3 (UGM)

Dokter Hewan

Mikrobiologi

11

Drh. Dwi Utari

Rahmiati, M.Si.

0020109102

S1 (IPB)

S2 (IPB)

Dokter Hewan

Ilmu Biomedis

Hewan

12

Drh. Shafia Khairani,

M.Si.

0021109102

S1 (UNAIR)

S2 (UNAIR)

Dokter Hewan

Ilmu Penyakit dan

Kesehatan

Masyarakat Veteriner

13

Aziiz M. Rosdianto,

S.Kep., Ners., MH.Kes., M.Si., AIF.

0014039004

S1(STIKES

BANDUNG) S2 (IPB)

S2 (Unpas)

Keperawatan

Ilmu Faal & Khasiat

Obat.

Ilmu Hukum

SURAT  KEPUTUSAN

PENGURUS PERKUMPULAN LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PENDIDIKAN  TINGGI KESEHATAN  INDONESIA  (PERKUMPULAN  LAM-PTKes)

Nomor:

0710/LAM-PTKes/Akr/Sar/XI/2019

Tentang

STATUS, NILAI, DAN PERINGKAT AKREDITASI

 

PROGRAM STIJDI SARJANA KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS PADJADJARAN, BANDUNG

 

 

Menimbang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengingat

 
  1. Bahwa sesuai dengan Keputusan Menteri Penclidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 291/P/20 14 tanggal 17 Oktober 2014 tentang Pengakuan Pendirian Lembaga A.kreclitasi Mandiri Pencliclikan Tinggi Kesehatan;
  2. Bahwa sesuai dengan Surat No. 46/E.£3/KL/2015 tanggal 2 Februari 2015 Menteri Riset, Teknologi dan Pencliclikan Tinggi (Menristek Dikti) tentang opetasionalisasi LAM-PTKes untuk mulai melaksanakan akreditasi pada tanggal 1 Maret 2015;

, . Bahwa sesuai dengan Peraturan Pengurus Perkumpulan LAM-PTKes No. 004/PP/09. 2015 tanggal 11 September 2015 tentang Penilaian Akreditasi Program Stucli Kesehatan di LAM-PTKes;

  1. Bahwa status, nilai, dan peringkat akreclitasi program studi kesehatan sebagaimana dimaksud di atas, perlu clitetapkan dalam Keputusan Ketua Perkumpulan LAM-PTKes.

 

  1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistern Penclidikan Nasional;
  1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
  4. Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
  5. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran;
  6. Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
  7. Undang-Undang Republik Indonesia No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan;    .

_ 9. Peraturan Pemerintah Republik Ind611esia No.  19  Tahun  2005  tentang Standar Nasional  Pendidikan, jo Perattiran Pemerintah Republik  Indonesia No. 32  tahun  2013  tentang  Perubahan  Atas  Peraturan  Pemerintah  Nomor

19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, jo Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pernerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan;

10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian;

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

\ I

- I  I "'t

'                               •   #

 

11.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 4 Tahllll 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;

  1. Peraturan Presiden No. 8 Tahllll 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;
  2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1464/Menkes/PER/X/2010 Tahun 2010 tentang ljin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan;
  3. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 32 Tahllll 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi;
  4. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU - 30.AH.01.07. Tahun 2014 tentang Pengesahan Badan  Hukurn Perkumpulan IAM-PTKes Indonesia.

 

Memperhat ikan                           Berita      Acara      Rapat      Pleno         Majelis            Akreditasi        No.        011/IAM-PTKes/BA Akr/Xl/2019 tanggal 30 November 2019.

 

 

 

Menetapkan Pertama

 

 

 

Kedua Ketiga

 

 

Ditetapkan di

Jakarta

 

Pada tanggal

30 November

2019

 

Keempat Kelima

MEMUTUSKAN

Status, Nilai,  dan Peringkat Akreditasi Program Studi Kesehatan.

AKREDITASI PROGRAM STIJDI SARJANA KEDOKTERAN HEWAN UNIVEJ{SITAS   PADJADJARAN,BANDUNG

STATUS         : TERAKREDITASI

NILAI            : 323 (TIGA RATUS DUA PULUH TIGA) PERINGKAT : B (BAIK)

Status, nilai, dan peringkat akreditasi dalam Keputusan ini berlaku selama 5 (lima) tahun.

Keputusan ini berlaku selama proses pengelolaan dan penyelenggaraaan program studi memenuhi dan sesuai dengan ketentuan peraturan pertllldang­ undangan yang berlaku.

Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan ini, maka status, nilai, dan peringkat akreditasi terdahulu dinyatakan tidak berlaku.

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

 

 

 

 

 

 

Salinan disampaikan kepada Yth:

  1. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
  2. Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
  3. Kepala Badan Kepegawaian Negara
  4. Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
  5. Para Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah
  6. Rektor/Ketua/Direktur  Perguruan Tinggi yang bersangkutan

 

 

 

 

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Utama Lulusan

          Kompetensi lulusan Program Studi Kedokteran Hewan dirancang sesuai kebutuhan sumber daya dokter hewan sebagai penjamin kesehatan hewan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selaras dengan visi institusi yang berorientasi ke masa depan dan disesuaikan dengan perkembangan IPTEKS di bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner yang berwawasan One Health maka Program Studi Kedokteran Hewan juga mentargetkan kompetensi lulusan yang mampu bersaing. Sebagai bentuk dari lembaga penyelenggara pendidikan tinggi kedokteran hewan, maka kompetensi lulusan kedokteran hewan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan sesuai dengan Ketetapan Kongres PDHI Nomor 16/Kongres Ke-16/PDHI/2010 tentang Standar Kompetensi Dokter Hewan Indonesia 2010 yaitu:

  1. Memiliki pemahaman terhadap etika veteriner dan hakikat sumpah dan kode etik profesi serta acuan dasar kedokteran hewan;
  2. Memiliki pemahaman di bidang sistem kesehatan hewan nasional dan legislasi veteriner;
  3. Memiliki  keterampilan  melakukan  tindakan  medis  yang lege-artis;
  4. Memiliki    keterampilan    dalam    menangani    sejumlah penyakit pada hewan besar, hewan kecil, unggas, hewan eksotik, satwa liar, satwa aquatik dan hewan laboratorium;
  5. Memiliki  keterampilan  dalam  melakukan:  
  • (a). diagnosis klinik, laboratorik, patologik, dan epidemiologik penyakit hewan;
  • (b) penyusunan nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik;
  • (c) pemeriksaan antemortem dan postmortem;
  • (d) pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi dan aplikasi teknologi reproduksi
  • (e) pengawasan keamanan dan mutu produk hewan;
  • (f) pengawasan dan pengendalian mutu obat hewan dan bahan- bahan biologis, termasuk pemakaian dan peredarannya;
  • (g) pengukuran (assesment) dan penyeliaan kesejahteraan hewan;
  1. Memiliki   keterampilan   dalam   komunikasi   profesional (professional communication/dialogue);
  2. Memiliki    kemampuan    manajemen    pengendalian    dan penanggulangan penyakit strategis dan zoonosis, keamanan hayati (biosecurity-biosafety), serta pengendalian lingkungan;
  3. Memiliki    kemampuan    dalam    transaksi    therapeutik, melakukan anamnese, rekam medik, persetujuan tindakan medik           (informed    consent),    penulisan    resep,    surat keterangan dokter, dan edukasi klien;
  4. Memiliki dasar-dasar pengetahuan analisis risiko, analisis ekonomi veteriner dan jiwa kewirausahaan (entrepreunership).

 

Kompetensi Pendukung Lulusan

          Sebagai bagian dari program studi yang berada di bawah institusi perguruan tinggi di Indonesia, mengacu pada Permenristek DIKTI nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi, maka dengan rumusan capaian pembelajaran yang disusun, lulusan Program  Studi  Kedokteran  Hewan  memiliki  kompetensi pendukung sebagai berikut:

  1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahlian.
  2. Mampu   menunjukkan   kinerja   mandiri,   bermutu,   dan terukur.
  3. Mampu     mengkaji     implikasi     pengembangan     atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni
  4. Mampu menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi
  5. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data
  6. Mampu  memelihara  dan  mengembangkan  jaringan  kerja dengan   pembimbing,   kolega,   sejawat   baik   di   dalam maupun di luar lembaganya
  7. Mampu  bertanggung  jawab  atas  pencapaian  hasil  kerja kelompok dan melakukan supervisi serta evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya
  8. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja  yang  berada  di  bawah  tanggung  jawabnya,  dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri
  9. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi
  10. Mampu mengkomunikasikan aspek kesehatan masyarakat veteriner, kesehatan dan kesejahteraan hewan serta kesehatan lingkungan sebagai satu kesatuan dalam konsep one health

Kompetensi Lainnya dari Lulusan

       Tidak hanya kemampuan kognitif, psikomotorik dan afektif, lulusan Program Studi Kedokteran Hewan UNPAD juga harus memiliki kompetensi dalam sikap sebagai berikut:

  1. Bertaqwa   kepada   Tuhan   Yang   Maha   Esa   dan   mampu menunjukkan sikap religius
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral dan etika
  3. Berkontribusi      dalam      peningkatan      mutu      kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban berdasarkan Pancasila
  4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain
  6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan
  7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
  8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik
  9. Menunjukkan   sikap   bertanggungjawab   atas   pekerjaan   di bidang keahliannya secara mandiri

Kompetensi Unggulan

         Kompetensi  unggulan  lulusan Program  Studi  Kedokteran Hewan UNPAD didasarkan pada analisis kebutuhan pengguna lulusan sesuai dengan visi dan misi Program Studi Kedokteran Hewan. Kompetensi unggulan bagi lulusan Program Studi Kedokteran Hewan UNPAD yaitu:

1.    Menguasai  bioteknologi  dalam  bidang  medik  veteriner guna mendukung kompetensi dokter hewan di masa mendatang

2.    Memiliki kemampuan penggunaan konsep one health

 

 

              Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi.   Kurikulum memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung     tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi program studi kedokteran hewan. Kurikulum memuat mata kuliah yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah, rencana pembelajaran dan evaluasi.

Jumlah satuan kredit semester (SKS) yang harus diambil oleh mahasiswa PSKH Unpad Strata 1 adalah 153, yang terdiri dari tiga kelompok mata kuliah berikut ini:

Kelompok Mata Kuliah SKS Keterangan

Mata Kuliah Wajib Umum

11

Diampu oleh institusi

Mata Kuliah Wajib Bidang

Ilmu

136

Terdiri dari 57 mata kuliah wajib

Mata Kuliah Pilihan

(terdapat di semester 7 dan

8)

6

Terdiri dari 6 SKS yang dapat

dipilih dari 12 SKS yang disediakan, sesuai dengan peminatan.

 

Mata Kuliah (MK) Semester 1

No.

Kode MK

Mata Kuliah

SKS

1

UNX10.11002

Agama

2 (2-0)

2

UNX10.11003

Pancasila dan Kewarganegaraan

2 (2-0)

3

UNX10.11006

Bahasa Indonesia

2 (2-0)

4

UNX10.11007

Bahasa Inggris

2 (2-0)

5

UNX10.110010

Olah Raga, Kebugaran dan Kreativitas

3 (0-3)

6

C10B01. 1101

Penghayatan Profesi dan Komunikasi

Veteriner

2 (2-0)

7

C10B01. 1102

Biologi Veteriner

2 (2-0)

8

C10B01. 1103

Fisika Veteriner

2 (2-0)

9

C10B01. 1104

Kimia Veteriner

3 (2-1)

10

C10B01. 1105

Matematika

2 (2-0)

Mata Kuliah Semester 2

No

Kode

Mata Kuliah

Mata Kuliah

SKS

Mata Kuliah

Prasyarat

1

C10B01. 2201

Embriologi dan

Genetika

Perkembangan

3 (2-1)

Biologi Veteriner

2

C10B01. 2202

Ilmu Peternakan

Umum

2 (2-0)

-

3

C10B01. 2203

Histologi Veteriner I

2 (1-1)

-

4

C10B01. 2205

Anatomi Veteriner I

3 (2-1)

-

5

C10B01. 2208

Fisiologi Veteriner I

3 (2-1)

-

6

C10B01. 2210

Biokimia Veteriner I

3 (2-1)

-

7

C10B01. 2106

Biostatistika

3 (2-1)

Matematika

8

C10B01. 2212

Pengantar lmu Nutrisi

Hewan

2 (2-0)

-

 Mata Kuliah Semester 3

No

Kode

Mata Kuliah

Mata Kuliah

SKS

Mata Kuliah

Prasyarat

1

C10B01. 1107

Metodologi Penelitian

2 (2-0)

Biostatistika

2

C10B01. 1204

Histologi Veteriner II

2 (1-1)

Histologi

Veteriner I

3

C10B01. 1206

Anatomi Veteriner II

3 (2-1)

Anatomi

Veteriner I

4

C10B01. 1209

Fisiologi Veteriner II

3 (2-1)

Fisiologi

Veteriner I

5

C10B01. 1211

Biokimia Veteriner II

2 (2-0)

Biokimia

Veteriner I

6

C10B01. 1213

Bakteriologi            dan

Mikologi Veteriner

3 (2-1)

Biokimia

Veteriner I

7

C10B01. 1214

Virologi Veteriner

2 (1-1)

Biologi Veteriner

8

C10B01. 1215

Parasitologi Veteriner I

2 (1-1)

-

Mata Kuliah Semester 4

No

Kode

Mata Kuliah

Mata Kuliah

SKS

Mata Kuliah

Prasyarat

1

C10B01. 2108

Kewirausahaan

Veteriner

2 (2-0)

-

2

C10B01. 2207

Anatomi Veteriner III

3 (2-1)

Anatomi

Veteriner II

3

C10B01. 2216

Parasitologi Veteriner

II

3 (2-1)

-

4

C10B01. 2217

Imunologi Veteriner

2 (2-0)

Virologi Veteriner

5

C10B01. 2301

Patologi Umum

3 (2-1)

Anatomi

Veteriner II

Histologi

Veteriner II

Fisiologi

Veteriner II

6 C10B01. 2305

Ilmu dan Teknologi

Reproduksi

3 (2-1)

Embriologi dan

Genetika

Perkembangan
       

Fisiologi

Veteriner II

7 C10B01. 2218 Farmakologi Veteriner I 2 (2-0)

Fisiologi

Veteriner II
8 C10B01. 2220 Ilmu Perilaku Hewan 2 (2-0)  -

Mata Kuliah Semester 5

No

Kode

Mata Kuliah

Mata Kuliah

SKS

Mata Kuliah

Prasyarat

1

C10B01. 1219

Farmakologi  Veteriner

II

3 (2-1)

Farmakologi

Veteriner I

2

C10B01. 1307

Ilmu Penyakit Bakterial

dan Mikal

3 (2-1)

Bakteriologi   dan

Mikologi

Veteriner

3

C10B01. 1308

Ilmu Penyakit Viral

2 (2-0)

Virologi

Veteriner

4

C10B01. 1302

Patologi Sistemik I

2 (2-0)

Patologi Umum

5

C10B01. 1309

Ilmu    Bedah    Umum

Veteriner

3 (2-1)

Anatomi

Veteriner III

6

C10B01. 1313

Diagnostik Klinik

3 (2-1)

Anatomi

Veteriner II

Fisiologi

Veteriner II

8

C10B01. 1401

Kesejahteraan Hewan

2 (1-1)

-

9

C10B01. 1402

Kesehatan  Masyarakat

Veteriner

2 (1-1)

Bakteriologi   dan

Mikologi

Veteriner

Mata Kuliah Semester 6

No

Kode

Mata Kuliah

Mata Kuliah

SKS

Mata Kuliah

Prasyarat

1

C10B01. 2109

Kuliah    Kerja    Nyata

(KKN)

3 (0-3)

-

2

C10B01. 2310

Ilmu    Bedah    Hewan

Kecil

2 (1-1)

Ilmu Bedah Umum

Veteriner

3

C10B01. 2303

Patologi Sistemik II

3 (2-1)

Patologi Sistemik I

4

C10B01. 2405

Epidemiologi          dan

Ekonomi Veteriner

2 (1-1)

Biostatistika

 

C10B01. 2315

Toksikologi Veteriner

2 (1-1)

Farmakologi

Veteriner II

6

C10B01. 2314

Ilmu Penyakit Dalam I

2 (2-0)

Diagnostik Klinik

7

C10B01. 2406

Etika    dan    Legislasi

Veteriner

2 (2-0)

-

8

C10B01. 2403

Zoonosis

2 (2-0)

Parasitologi

Veteriner I

Ilmu Penyakit

Bakterial dan Mikal

Ilmu Penyakit Viral

Parasitologi

Veteriner II

9

C10B01. 2312

Radiologi Veteriner

2 (1-1)

Anatomi   Veteriner

III

Diagnostik Klinik

10

C10B01. 2404

Higiene Pangan

3 (2-1)

Bakteriologi      dan

MikologiVeteriner

Mata Kuliah Semester 7

No

Kode

Mata Kuliah

Mata Kuliah

SKS

Mata Kuliah

Prasyarat

1

C10B01. 1315

Ilmu Penyakit Dalam II

2 (2-0)

Diagnostik Klinik

2

C10B01. 1316

Patologi Klinik

2 (1-1)

Ilmu       Penyakit

Dalam I

3

C10B01. 1317

Farmasi dan Terapeutik

Veteriner

2 (1-1)

Toksikologi

Veteriner

4

C10B01. 1311

Ilmu    Bedah    Hewan

Besar

2 (2-1)

Anatomi

Veteriner III

Ilmu           Bedah

Umum Veteriner

5

C10B01. 1318

Patologi Unggas

2 (2-0)

Pengantar      lmu

Nutrisi Hewan

Ilmu           Bedah

Umum Veteriner

Ilmu       Penyakit

Dalam I

6

C10B01. 1306

Ilmu   Kebidanan   dan

Kemajiran

4 (3-1)

Ilmu               dan

Teknologi

Reproduksi

7

Mata kuliah pilihan (pilih 1)

2 (2-0)

 

C10B01. 1408

Manajemen  Kesehatan

Hewan Kecil

-

C10B01. 1409

Manajemen  Kesehatan

Hewan    Eksotik    dan

Satwa Liar

-

C10B01. 2412

Manajemen  Kesehatan

Ruminansia dan Babi

-

8

C10B01. 1110

Seminar Usulan

Penelitian

1 (0-1)

Telah  lulus  80%

dari total SKS

Mata Kuliah Semester 8

No

Kode

Mata Kuliah

Mata Kuliah

SKS

Mata Kuliah

Prasyarat

1

C10B01. 2111

Skripsi

5 (5-0)

Semua MK

2

C10B01. 2304

Dietetika Klinik

2 (2-0)

Pengantar     Ilmu

Nutrisi

Patologi Sistemik

3

 

Mata    kuliah    pilihan

(pilih 1)

2(2-0)

 

C10B01. 2407

One Health

-

C10B01. 2410

Manajemen

Perunggasan

-

C10B01. 2411

Bioteknologi Veteriner

-