"JOINT SEMINAR" Fakultas Kedokteran Unpad dan Universitas Telkom Bandung

Kamis, 27-Februari-2020 151 viewer


 "JOINT SEMINAR " Fakultas Kedokteran  Unpad dan Universitas Telkom Bandung

 

710ac0c7-1cf1-4b65-aa1f-501cd8ca7e63.jpgRetinopati diabetik merupakan komplikasi dari penyakit diabetes yang memicu penyumbatan pada pembuluh darah pada bagian retina mata. Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi secara perlahan akan menyumbat pembuluh darah tersebut, sehingga asupan darah ke retina berkurang. Retina adalah lapisan di bagian belakang mata yang sensitif terhadap cahaya. Retina berfungsi mengubah cahaya yang masuk ke mata menjadi sinyal listrik, yang kemudian akan diteruskan ke otak. Di otak, sinyal listrik tersebut akan dipersepsikan sebagai gambar.

87622082_185063916089295_8864166218035101696_n.jpgAgar dapat berfungsi dengan baik, retina membutuhkan asupan darah dari pembuluh darah di sekitarnya. Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi secara perlahan akan menyumbat pembuluh darah tersebut, sehingga asupan darah ke retina berkurang. Akibatnya, retina akan membentuk pembuluh darah baru guna mencukupi kebutuhan darah. Namun, pembuluh darah yang baru terbentuk ini tidak berkembang secara sempurna, sehingga rentan pecah atau bocor.

Berbicara mengenai Deabetik dan kaitannya dengan kebutaan pada retina, Prof Areif  S. Kartasasmita, dr., Sp.M., M.Kes., PhD dokter spesialis mata dari Rumah Sakita Hasan Sadikin/ Fakultas Kedokteran Unpad berpesan agar menjauhi minum minuman yang berkadar gula tinggi seperti soft drink dan makan makanan yang mengandung gula secara berlebihan.

Semua penderita diabetes berisiko terserang retinopati diabetik, namun risikonya akan lebih tinggi bila penderita diabetes juga memiliki kondisi berikut: memiliki kadar  kolesterol tinggi dalam darah, memiliki tekanan darah tinggi ataupun perokok.

Demikian Prof. Arief menjelaskan dalam acara seminar kerjasama antara Fakultas Kedokteran Unpad  dan Fakultas Informatika Universitas Telkom Bandung.  Acara yang diselengarakan di RS Pendidikan Jl. Eijkman Bandung Ini dibuka oleh manager riset dan kerjasama Fakultas Kedokteran Unpad Mas Rizky Anggun Syamsunarno, dr., M.Kes., Phd dan diisi oleh pembicara yang merupakan ahli dibidangnya selain Prof Arief S. Kartasasmita ada juga Prof. Dr. Hermawan, dr.,Sp.Ot(K)MT(BME).,PhD.,FICS dari Fakultas Kedokteran Unpad dan dari Fakultas Informatika Universitas Telkom menjelaskan penggunaan citra digital dalam mendeteksi suatu penyakit diantaranya adalah mendeteksi penyakit diabetes dengan menggunakan citra digital dan kecerdasan buatan.

87952803_185063866089300_454228551449706496_n.jpgMetastesis sel kanker dapat pula dideteksi dengan menggunakan scan images dari  seluruh tulang pada tubuh penderita kanker sehingga bisa diketahui sudah sejauh mana sel kanker telah menyebar.

Teknologi computer telah memungkinkan dilakukannya deteksi metastesis sel kanker pada tubuh manusia. Hal tersebut diuraikan oleh ahli computer dari Fakultas Informatika Universitas Telkom yaitu Dr. Eng. Ir. Wikky Fawwaz Al Maki dan Dr. Ema Racmawati,ST.,MT.

Perkembangan teknologi telah banyak membantu dalam tata laksana pengobatan suatu penyakit. Kolaborasi ini diharapkan bisa membuka wawasan bahwa untuk mengobati suatu penyakit perlu kerja sama antara peneliti dan praktisi agar dapat memperoleh manfaat bagi masyarakat banyak. Demikian dr. Mas Rizky Anggun Syamsunarno mengungkapkan dalam sambutannya di acara Joint Seminar yang dilaksanakan hari Rabu, 26 Februari 2020 di RSP Eijkman Bandung. [SK-Humas]


Berita lainnya...