Hasil Inovasi Tenaga Pendidik Fakultas Kedokteran Unpad Raih Anugerah Menteri Kesehatan 2019

Jumat, 06-Desember-2019 201 viewer


[Jatinangor,6/12/2019]   Agung Budi Sutiono, SpBS(K)., PhD., dr. med.Sci., dosen dari Departemen Bedah Saraf  Fakultas Kedokteran Unpad / RSHS,  menerima Anugerah Menteri Kesehatan  Tahun 2019 pada peringatan Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November 2019 lalu. Penghargaan  “Anugerah Menteri Kesehatan Tahun 2019”  tersebut diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto  kepada  Agung Budi Sutiono, SpBS(K)., PhD., dr. med.Sci  di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada peringatan Hari Kesehatan Nasional 12 November 2019. Penghargaan tersebut diterima dr. Agung dalam kategori "Upaya Menurunkan Angka Kesakitan".

Inovasi dr. Agung yang diberi nama “Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)”,  berupa sistem rujukan online, yaitu sistem pendataan  khusus  bagi  pasien  cedera  kepala. Dengan system online  SPGDT, dokter yang menangani pasien dengan cedera kepala dapat memasukan data ke dalam sistem Neurosyrs Online (Neurosurgery Referal Systems) sebelum pasien dikirim ke rumah sakit rujukan di Bandung.

Dr. Agung, membuat sebuah  inovasi tersebut dilatarbelakangi  atas tingginya kasus gawat darurat akibat trauma kepala di Jawa Barat. Kasus tersebut biasanya tidak disertai dengan data pra rumah sakit,, sehingga dengan menggunakan system ini  bisa membantu persiapan tata laksana pasien lebih cepat apabila data rujukan pasien sudah diterima secara detail, demikian penjelasan dr. Agung .

Sejak diaplikasikan  system  online ini  (SPGDT) pada tahun 2015, system tersebut telah membantu menyimpan data agar bisa dianalisis, sehingga bernilai positif untuk perbaikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan pemerintah. Sistem ini pun mudah diaplikasikan dimana saja.

Harapan  dr. Agung, aplikasi ini dapat dimanfaatkan di ruang lingkup yang lebih luas untuk kemaslahatan masyarakat di Indonesia. Dan beliau juga berharap dapat terus mencari inovasi lain untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas di bidang bedah saraf .

Demikian  harapan dr. Agung menutup perbincangan dengan Tim Humas Fakultas Kedokteran Unpad.  [SK-Humas]

 


Berita lainnya...