Prof. Rovina Ruslami, dr., Sp.PD., PhD

Biografi

Prof. Rovina  Ruslami, dr., Sp.PD., PhD menerima penghargaan Habibie Award 2018, bidang Ilmu Kesehatan karena dedikasi beliaut selama 14 tahun mengembangkan metode pengobatan TB Meningitis di Indonesia. Penghargaan diberikan pada tanggal 13 September 2018 di Jakarta oleh Ketua Yayasan Habibie Center bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro. Habibie Award merupakan  penghargaan bagi Ilmuwan dan Peneliti yang hasil penelitiannya berdampak positif atau  memiliki maslahat bagi masyarakat maupun lingkungan.

Hasi penelitiannya di bidang TB Meningitis oleh Tim Penilai Habibie Awards telah dinilai memiliki dampak bagi kemajuan metode pengobatan di bidang  kesehatan, khususnya metode pengobatan TB Meningitis. Prof. Rovina  telah tertarik melakukan riset dan penelitian di bidang kesehatan khusunya masalah tuberkulosis  atau yang lebih dikenal penyakit TBC, sejak beliau melanjutkan pendidikannya di Negeri Belanda.

Banyak paper yang telah  dihasilkan menyangkut penelitian dibidang pengobatan Tuberkolusis diantaranya adalah Pharmacokinetics of Higher dose of Rifampicin in Pulmonary Tuberculosis Patients.  Dipresentasikan pada  3rd Scientific Respiratory Meeting, di Jakarta pada bulan Februari tahun 2005, Adherence to anti-tuberculosis drug in Pulmonary TB patientsDipresentasikan pada 11th Open Science Meeting,  di Yogyakarta,  pada bulan November 2005. Safety and Efficacy of Higher dose of Rifampicin in Pulmonary Tuberculosis Patients. Dipresentasikan pada  1st Uniting Stream. Wageningen, Negeri Belanda pada 2 Juni 2006, dan banyak lagi untuk disebutkan satu persatu.

Rovina Ruslami masuk sebagai mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada tahun 1985. Setelah menamatkan pendidikan dokternya beliau bekerja di Rumah Sakit Muhammadyah Bandung sebagai dokter umum di Bagian Emergensi sampai tahun 1992. Setelah itu beliau kembali ke kampung halamannya di Sumatera Barat, dan bekerja di Puskesmas Payakumbuh dari tahun1992 – 1995 sebagai dokter umum sekaligus sebagai Kepala Puskesmas Payakumbuh, Sumatera Barat.

Prof. Rovina mengawali kariernya sebagai staff pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran sejak tahun 1997 sebaga Staff  Departmen Farmakologi. Pada tahun 2011 beliau mulai melakukan riset  pengobatan di bidang TB Meningitis pada Post Doctoralnya dan mempublikasikan

hasil penelitiannya melalui pertemuan-pertemuan ilmiah internasional diantaranya adalah papernya yang berjudul Pharmacokinetics and safety of high dose of rifampicin and moxifloxacin for tuberculosis meningitis: a preliminary results from a RCT in Indonesia. Dipresentasikan pada The 4th International workshop on clinical pharmacology of Tuberculsosi drugs, Chicago, USA, pada tanggal 16 September tahun 2011, Evaluation of protein-unbound, active concentrations of rifampicin in Indonesian tuberculosis patients. Dipresentasikan pada  The 42nd The Union World Conference of Lung Health, Lille, France, pada tanggal 26-30 Oktober 2011, Intensified antibiotic treatment for TB meningitis; a randomized controlled trial. Dipresentasikan The  4th Otago International Health Research Network. Dunedin, New Zealand, pada tanggal 7-8 November tahun 2012 paper ini juga dipresentasikan pada The 43rd The Union World Conference of Lung Health, Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 13-17 November tahun 2012, Pada tanggal 8 September  tahun 2013 dipresentasikan paper dengan judul Intensified regimen containing rifampicin and moxifloxacin for tuberculosis meningitis: drug concentrations in relations to mortality. pada  The 6th International workshop on clinical pharmacology of Tuberculosis drugs, Denver, USA. Paper dengan judul Innovative PK/PD approaches to optimize tuberculosis meningitis treatment in children: use of modeling to design confirmatory pediatric clinical trial. Dipresentasikan pada  The 6th International workshop on clinical pharmacology of Tuberculosis drugs, Denver, USA, pada tanggal 8 September 2013.

Prof. Rovina juga menjadi pembicara pada symposium atau sebagai trainer dalam workshop antara lain pada pertemuan Tuberulous Meiningits Meeting, di  Da Lat, Vietnam, pada 22 Mei 2015 dengan makalah berjudul Rifampicin iv for Tuberculosis Meningitis. Pada The 48th World Conference on Lung Health. Guadalajara, Mexico, sebagai pembicara dengan judul makalah Intensive antibiotics treatment to improve outcome of TB Meningitis pada tanggal 12 Oktober 2017




Lihat Alumni Lainnya..