Seputar Fakultas

Program “Ayakan” IKA FK UNPAD untuk Perpustakaan Djoehana Wiradikarta

Komitmen Ikatan Alumni (IKA) komisariat FK Unpad dalam membantu almamater dalam kurun 2013 – 2016 telah menggulirkan beberapa program, diantaranya program Ayakan (akang  teteh nyaah ka perpustakaan).

Melalui program ini  alumni bekerjasama dengan FK Unpad meningkatkan perpustakaan yang ada sebelumnya, dinamakan menjadi Perpustakaan Djoehana Wiradikarta.

Peresmian berlangsung  Jum’at (20/5/2016) lalu di Aula Lantai 6 RSP Unpad Bandung, dihadiri oleh Rektor Unpad, Wakil Dekan I dan II FK Unpad, Direktur Utama RS. Dr. Hasan Sadikin, Direktur Utama RSM Cicendo, Ketua IKA Unpad, Kepala Perpustakaan Unpad, perwakilan angkatan alumni serta perwakilan keluarga Djoehana Wiradikarta dan undangan lainnya.

Penanggungjawab program Ayakan, Prof. Dr. Endang Sutedja SpKK(K), menjelaskan dalam waktu 5 bulan sejak rapat kerja IKA FK Unpad Januari 2016 lalu, program ini  dipersiapkan untuk membantu memperbaiki dan merenovasi perpustakaan FK Unpad yang berlokasi di Lantai 6 Gedung RSP Unpad Jl. Prof Eijkman 38 Bandung.

Penetapan nama Djoehana Wiradikarta adalah hasil rapat senat fakultas dengan pertimbangan jasa-jasa beliau khususnya sebagai dekan pertama FK Unpad.

Prof R M Djoehana Wiradikarta  termasuk  salah seorang  tokoh dan pendiri FK Unpad, menjabat Dekan periode 1957-1962. Prof. Djoehana lahir di Ciparay Bandung 19 September 1896, lulus dokter di tahun 1918 dan mengenyam pendidikan spesialisasi Ilmu Kesehatan dan Ilmu Bakteri tahun 1928-1931 dari Universiteit  Amsterdam.

Gambaran singkat Prof Djoehana telah dicatatkan di buku FK Unpad Maka Ke Masa, “sebagai tokoh dekan pembuka perjalanan institusi ini, Dekan Djoehana adalah role model yang tepat yang menunjukan bahwa FK Unpad dibangun dengan harapan melahirkan individu-individu yang baik secara keilmuan tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat”.

Prof Endang mengatakan  momentum dipilihnya 20 Mei sebagai tanggal peresmian karena  selain bertepatan dengan hari pendidikan nasional juga hari bakti dokter Indonesia sehingga dirasakan tepat .

Melalui sumbangsih para alumni,  kini fisik perpustakaan lebih nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas  diantaranya AC, CCTV, ruang diskusi, ruang khusus thesis, dan locker pengunjung.

Pemotongan pita simbol peresmian penggunaan nama Prof Djoehana Wiradikarta dilaksanakan bersama oleh Rektor Unpad, Wakil Dekan I, Ketua IKA Unpad dan Ketua IKA FK Unpad.

Sebelumnya sekretaris IKA FK Unpad, dr. Wendy Freely Nugraha, MPH dalam sambutan pembukaan mengatakan  peresmian perpustakaan ini adalah karya bersama alumni FK Unpad yang ingin membangun satu lingkungan dimana IKA dapat memberikan kontribusi secara kuat  dan penuh untuk membantu almamater.

“Kami melihat perpustakaan adalah satu pusat dari almamater kita yang harus kita kembangkan secara kuat  agar institusi ini makin baik dan membaik seterusnya”, ujarnya.

dr. Wendy menambahkan selain program Ayakan, kepengurusan IKA FK Unpad periode 2013 – 2016 ini juga memiliki program-program lainnya untuk membantu institusi diantaranya :

  • Program Ayun Ambing (akang teteh sauyunan ngabimbing) yaitu program yang dikembangkan untuk membantu mahasiswa FK Unpad yang memiliki kekurangan finansial.
  • Program Saliksik (satukan alumni kita dalam data base yang baik), mengumpulkan data alumni dari 50 angkatan.  
  • Program Visit Doctor ; program ini bertujuan mengenalkan mahasiswa FK Unpad baru (10 orang perwakilan) kepada alumni-alumni dengan berbagai profesi khusus lainnya selain sebagai dokter.

Rektor Unpad Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr  dalam sambutannya mengapresiasi peran IKA FK Unpad membantu pengembangan fisik perpustakaan dan yang  lebih penting dalam penggunaan nama Prof. Djoehana Wiradikarta. 

“Yang kita resmikan itu bukan sembarang perpustakaan, lebih penting lagi adalah upaya dari kita membangun kesadaran terghadap inspirasi-inspirasi nilai-nilai  yang selama ini mendasari bagaimana lembaga kita bisa maju ke depan karena memang memegang teguh nilai-nilai dari prinsip akademik yang lebih dari itu di kedokteran memiliki nilai kekhususan,” kata Prof. Tri.

Prof Tri berharap momentum  ini dapat menjadi momentum yang baik untuk menyampaikan nilai-nilai tadi kepada generasi selanjutnya.

Di tengah kemajuan teknologi digital dan tidak terbendungnya sumber informasi dari luar saat ini Prof Tri menyoroti bahwa fungsi perpustakaan saat ini harus lebih dari sekedar pusat informasi, dan berharap perpustakaan ini dapat menjadi produser data serta dapat mereaktivasi kembali nilai-nilai positif untuk menghadapi tantangan era digital saat ini.

“Dengan memberi nama Prof. Djoehana Wiradikarta mari kita wujudkan sungguh-sungguh nilai-nilai filsafat kedokteran yang sangat luar biasa untuk menjadi energi positif kita menghadapi tantangan jaman sekarang ini,” harap Prof. Tri.

Share this Post:
Kembali
© 2018 MIR FKUNPAD All Rights Reserved.