Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

Kepala Departemen : Jono Hadi Agusni, dr., SpKK(K)

1.1        SEJARAH SINGKAT

Pelayanan yang dilakukan oleh Unit Rehabilitasi Medik  pada tahun 1970 hanya berupa pelayanan fisioterapi saja yang kemudian berkembang menjadi 6 (enam) jenis pelayanan meliputi : fisioterapi, ortotik prostetik, okupasi terapi, terapi wicara, psikolog dan pekerja sosial medik.

Saat itu Unit Rehabilitasi Medik atau Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Rehabilitasi Medik berstatus sebagai UPF penunjang yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 134/SK MENKES/IV/78 telah melaksanakan fungsi pelayanan dan pendidikan.

Pelayanan Rehabilitasi Medik sendiri telah diberikan baik untuk pasien rawat inap atau rawat jalan serta dilaksanakan secara efektif sejak tahun 1979, setelah ditempatkan seorang dokter ahli rehabilitasi medik, Ahmad Tohamuslim, dr.,SpRM.

Berdasarkan SK Rektor Universitas PadjadjaranNomor: 1079/J06/KEP/KP/2001 maka Bagian Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi(sebelumnya Bagian Rehabilitasi Medik) pada tahun 2001 telah merupakan bagian tersendiri, terpisah dari bagian Ilmu Bedah Orthopaedi. Status hukum sistim pelayanan Rehabilitasi Medik di rumah sakit Hasan Sadikin kemudian berpegang pada pedoman Pelayanan Rumah Sakit yang dikeluarkan Direktorat Jendral Pelayanan medik Departemen kesehatan tahun 1992 yang direvisi terakhir pada tahun 2007.

Sejak tahun 1978 hingga awal 1996 Unit Rehabilitasi Medik telah melaksanakan pendidikan perintis dalam bidang rehabilitasi medik bersama dengan FK UNAIR/RSUD dr. Soetomo dan FKUI/RS Dr. Cipto Mangunkusumo.

Tahun 1996 diajukan permohonan kesediaan FakultasKedokteran Universitas Indonesia (FKUI) untuk menjadi Bapak angkat Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Instalasi/SMF Rehabilitasi Medik FKUP-RSHS, yang ditindaklanjuti dengan pernyataan kesediaan FKUI-RSCM untuk menjadi bapak angkat.

Program Pendidikan Dokter Spesialis-I Rehabilitasi Medik Universitas Padjadjaran kemudian dilaksanakan sejak tahun 1997 dalam bentuk pendidikan sistim ampu (bapak angkat) sebagai prasyarat untuk pengakuan Konsorsium Ilmu Kesehatan (CHS/Komisi Disiplin Ilmu Kesehatan Dewan Dikti (KDIK-DD)bekerjasama dengan Universitas Indonesia sebagai pengampu. Kesepakatan mengenai teknis operasional bimbingan yang diberikan Program Studi Rehabilitasi Medik FK UI Jakarta sebagai “Bapak Angkat” terhadap Program Studi Rehabilitasi Medik FK UNPAD telah dilaksanakan pada tanggal 8 September 1997 antara kedua KPS dan Dekan Fakultas Kedokteran masing-masing Universitas.

Pada Bulan Januari 1998 Instalasi/SMF Rehabilitasi Medik FKUP-RSHS dengan Bapak Angkat FKUI-RSCM menerima 2 (dua) orang PPDS-1 yang berlanjut dengan penerimaan PPDS-1 tiap semester sehingga tahun 2010 terdapat 37 orang PPDS-1, 7 berstatus mahasiswa UI dan 30 berstatus mahasiswaUNPAD, serta telah berhasil meluluskan 20 orang dokter spesilis rehabilitasi medik.

Pada tahun 2007 Kolegium Ilmu Kedokteran Fisik dan rehabilitasi medik Indonesia melaksanakan visitasi di SMF Rehabilitasi Medik FKUP- RSHS. Sebagai tindak lanjutnya maka sejak September 2008 Universitas Padjadjaran menerima mahasiswa PPDS-1 sebanyak 51 (lima puluh satu) orang dengan SK DIKTI 1623/D/T/2008.

 

1.2        MISI DAN MISI

Visi PPDS-1 IKFR FK UNPAD :

Mengacu pada visi UNPAD dan pola ilmiah pokok UNPAD dan visi FK UNPAD, Menghasilkan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi  (Sp-KFR)  yang mempunyai kompetensi profesional sebagai seorang dokter spesialis yang mampu memberikan pelayanan, penelitian, pengembangan dan penyebaran ilmu di bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi secara paripurna sesuai dengan kedaan dan kebutuhan masyarakat, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi setara internasional setingkat ASEAN pada tahun 2014.

Misi PPDS-1 IKFR FK UNPAD :

Mengacu pada Misi FK UNPAD :

  • Menyelenggarakan pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berkualitas sehingga dihasilkan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan standar Pendidikan Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia dengan mengacu pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknokologi kedokteran setara internasional minimal setingkat ASEAN, melalui berbagai kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan internasional.
  • Menyelenggarakan penelitian berkualitas yang berorientasi pada keadaan dan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknokologi kedokteran yang diakui di tingkat nasional serta internasional.
  • Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pelayanan rehabilitasi medik dalam berbagai bentuk yang berbasis penelitian untuk mengaplikasikan ketrampilan yang telah dimiliki.

 

 

1.3        STATUS AKREDITASI NASIONAL

Program Studi                   : Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Universitas                        : Fakultas Kedokteran Padjadjaran, Bandung

Tanggal                             : 21 – 22 Mei 2011

Nilai Bobot Akreditasi       : 3,078 ( C )